Lima Objek Wisata dari Wisata Alam Sampai Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Bandung

Bandung adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi setiap saat sepanjang tahun karena tidak hanya terkenal dengan pemandangan terbuka yang indah, namun kota ini juga menawarkan banyak atraksi yang layak dikunjungi. Bila Anda akan berlibur ke Bandung, lima objek wisata ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur, mulai dari wisata alam hingga tempat bersejarah yang ada di Bandung.

1. Kawah Putih

Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna. Kawah ini berada pada ketinggian +2090 m dpl dibawah puncak/titik tertinggi Gunung Patuha.

http://www.indonesia.travel/en/destination/point-of-interest/kawah-putih

Letusan hebat oleh Gunung Patuha pada abad ke 10 membuat banyak orang beranggapan bahwa lokasi ini adalah kawasan angker karena setiap burung yang terbang melewati kawasan tersebut akan mati. Karena kepercayaan tersebut, tidak ada orang yang berani mendekati kawasan ini sampai akhirnya pada tahun 1837 ada seorang ahli bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn yang memutuskan untuk pergi ke puncak Gunung Patuha demi ilmu pengetahuan. Dr. Franz Wilhelm Junghuhn berhasil mencapai puncak Gunung Patuha dan dari sana ia melihat ada sebuah danau berwarna putih dengan bau belerang yang menyegat. Sejak itu, keberadaan Kawah Putih menjadi terkenal dan pada tahun 1987 pemerintah mulai mengembangkan Kawah Putih sebagai tempat wisata.

http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/08/Kawah-Putih-Bandung.jpg


2. Pasar Baru Trade Center

Pasar Baru Trade Center Bandung merupakan salah satu tempat belanja yang favorit bagi parawisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pada tahun 1935, Pasar Baru ini sempat dijuluki sebagai pasar terbersih dan teratur se-Hindia Belanda.

Pasar Baru terletak di Jl. Oto Iskandardinata Bandung.

http://www.indonesia.travel/en/destination/point-of-interest/pasar-baru-trade-center

Beberapa keistimewaan untuk berbelanja di tempat ini diantaranya adalah berbagai macam tipe tekstil tersedia di sini, selain tekstil fasilitas penunjang untuk membeli oleh-oleh makanan khas Bandung pun tersedia di sini, lokasi yang mudah dijangkau, dijadikan sebagai barometer harga di Bandung, dan terletak di pusat kota.

http://activedynamictravel.com/wp-content/uploads/2017/04/pasar.jpg

Pasar Baru merupakan salah satu pasar tertua yang masih bertahan di Bandung hingga saat ini. Pada zaman Belanda, pasar ini dinamakan Pasar Baroeweg. Pasar Baru Bandung sebelumnya berpusat di daerah Ciguriang, sekitar Jalan Kepatihan. Pasar ini terbakar akibat kerusuhan pada tahun 1842. Ruas jalan Ciguriang sendiri masih ada hingga sekarang ini. Akibat kerusuhan yang merusak berbagai kios ini, pedagang kemudian direlokasi di lokasi sekarang ini.

Pada tahun 1906 didirikan bangunan semi permanen di Pasar Baru Bandung. Bangunan ini dibagi menjadi jajaran pertokoan di depan dan los pedagang di belakangnya. Bangunan ini dikembangkan dan diatur kembali pada tahun 1926. Pasar ini dirombak dan dibangun menjadi lebih modern pada tahun 1970-an. Namun baru pada tahun 2001 dibangun gedung megah untuk menggantikan konsep pasar tradisional sebelumnya. Bangunan yang berdiri megah sekarang ini dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada tahun 2003.


3. Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan sebuah tujuan wisata budaya yang lengkap, karena SAU memiliki arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu. Kehadiran SAU di Bandung menjadi lebih bermakna karena kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda – khususnya Angklung – kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan.

http://www.indonesia.travel/en/destination/point-of-interest/saung-mang-udjo

Dengan atmosfer segar Tatar Parahyangan di kawasan Bandung Timur, SAU menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keunikan dari dominasi bambu, dimulai dari elemen interior dan landscape sampai dekorasi dan gemerincingnya suara alat musik bambu. Sehingga menggambarkan keharmonisan antara alam dan budaya, karenanya, tidaklah mengherankan apabila SAU kini berkembang menjadi sebuah tujuan pengalaman wisata budaya yang lengkap – tempat untuk bisa merasakan kebudayaan sunda sebagai bagian dari kekayaan warisan budaya dunia. Usahanya untuk mengenalkan dan mempromosikan angklung akhirnya terbayar saat UNESCO menuliskan angklung dalam Daftar Warisan Budaya Tak Terwujud pada bulan November 2010.
SAU dibangun pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena atau lebih dikenal sebagai Mang Udjo bersama istrinya, Uum Sumiati, dengan tujuan melestarikan seni dan budaya tradisional sunda.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e0/Saung_Angklung_Udjo.JPG/800px-Saung_Angklung_Udjo.JPG
Rumah Angklung Udjo mengadopsi filosofi pertunjukan yang mudah, terjangkau, edukatif, atraktif, masif, dan ceria yang merupakan inti dari pertunjukan terakhir mereka yang disebut "Kaulinan Urang Lembur" atau waktu bermain penduduk desa. Pertunjukan yang dikemas dengan pertunjukan pendek yang spektakuler, dimulai dengan pertunjukan wayang golek, ritus helaran, tarian tradisional, permainan anak-anak, pengenalan angklung, pertunjukan orkestra angklung, pertunjukan angklung interaktif yang melibatkan pengunjung bermain angklung, dan arumba.


4. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum yang berada di kota Bandung. Terletak di Jl.Asia Afrika No.65. Museum ini merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika.

http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/fimages/Museum_Konferensi_Asia_Afrika.jpg
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja yang menggagas pertama kali dibangunnya Museum Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka ini. Dengan alasan banyak kepala negara di Asia Afrika yang berkeinginan untuk melihat dan mengunjungi tempat lahirnya deklarasi Dasa Sila Bandung yang sangat bersejarah bagi lahirnya bangsa-bangsa Asia Afrika dengan memperoleh kemerdekaan.

https://tempatwisatadibandung.info/wp-content/uploads/MUSEUM_KONFERENSI_ASIA_AFRIKA.jpg

5. Alun-alun Bandung

Alun-alun Bandung adalah pusat kota Bandung yang dicirikan oleh sebidang tanah yang luas. Di sekelilingnya ada bangunan-bangunan fungsional. Tempatnya ada di dekat Grote Postweg.

Alun-alun Bandung Zaman Dahulu

Waktu pertama berdirinya kota Bandung, kuda merupakan alat transportasi yang sangat penting yang dipakai untuk mengantarkan surat. Biasanya, dalam jarak tertentu pasti ada kuda pengganti untuk menggantikan kuda pertama. Biasanya berada di pos ganti. Salah satu pos pengganti yang ada di jalan raya pos (Grote Postweg) ada di dekat gedung Kantor Pos Besar Bandung yang sekarang adanya di sebelah jalan raya pos (Grote Postweg) dan Jalan Banceuy.

Jalan Banceuy sebenarnya awal mula berasal dari nama Oude Kerkhoffweg karena disana pernah dijadikan tempat kuburan China. Sekarang tempat itu dijadikan pusat penjualan suku cadang mobil dan listrik. Alun-alun Bandung yang adanya di sebelah selatan Grote Postweg bisa disebut masih ada, bisa juga disebut tidak ada. Disebut tidak ada karena secara fisik sudah dijadikan plaza Masjid Raya Bandung-Provinsi Jawa Barat. Sebaliknya disebut ada, sebab masyarakat Bandung masih menyebut tempat ini alun-alun. 

http://alaurang.com/2015/01/alun-alun-bandung-menjelma-menjadi-tempat-liburan-gratis-yang-asyik.html/
Alun-alun Bandung ini direnovasi beberapa kali hingga terakhir dilakukan pada 2014. Kemudian pada tanggal 31 Desember 2014, Alun-alun Bandung diresmikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Taman seluas 1.200 meter persegi ini berdiri di atap sebuah bangunan parkir dan dibungkus dengan rumput hijau sintetis. Alun-alun ini memiliki fasilitas seperti arena bermain anak, perpustakaan, dan juga tersedia jaringan WiFi. Di sebelah utara alun-alun, terdapat sebuah halte bus yang cukup panjang untuk melengkapi fasilitas di taman pusat kota ini.


Bandung memiliki komposisi yang seimbang dalam hal pariwisata. Kota Bandung sudah cukup menunjang untuk dijadikan sebagai urban wisata dan wilayah Bandung bagian atas memiliki atraksi berupa natural tourism atau wisata alam. Bandung bisa menjadi alternatif destinasi liburan untuk warga Jakarta dan sekitarnya karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Tentunya objek wisata di Bandung perlu pengembangan yang lebih baik lagi agar bisa menarik wisatawan dalam negeri serta mancanegara. 

Bandung menawarkan banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Namun, saya hanya memilih lima objek wisata yang terdiri dari alam, bersejarah, dan urban wisata yang ketiganya sudah mewakili jenis wisata yang ada di Bandung. Bila akan berlibur ke Bandung dalam waktu yang singkat, lima objek wisata di atas bisa menjadi referensi. Bonne vacances! :D





sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kawah_Putih
https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Baru_Trade_Center
http://www.indonesia.travel/en/destination/point-of-interest/saung-mang-udjo
http://www.angklung-udjo.co.id/
https://tempatwisatadibandung.info/museum-konferensi-asia-afrika/
https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Konferensi_Asia_Afrika
https://id.wikipedia.org/wiki/Alun-alun_Bandung

Komentar